Baru-baru ini viral video seorang seniman asal Surabaya menyebut akan menyedot mulut pasien corona karena tidak percaya dengan wabah COVID-19.

Pria yang diketahui bernama Taufik Hidayat atau sering disapa Taufik Monyong tersebut juga menyebut corona adalah konspirasi alias sebuah kebohongan.

Video itu pun ramai dibahas di dunia maya. Salah satunya diunggah oleh akun Facebook Tips Mami Selasa, (20/6). Dalam video tampak seorang pria yang diketahui bernama Taufik Monyong menyebut bahwa COVID-19 merupakan konspirasi fitnah alias akal-akalan.

“Viral, sungguh mengejutkan dengan apa yang dikatakan mengaku bernama Taufik Monyong seniman Jawa Timur alias Mantan Calon Wakil Wali Kota Surabaya ini. COVID-19 adalah konspirasi fitnah di Surabaya dan Jawa Timur menyebut tidak ada COVID-19,” ucap Taufik.

Ilustrasi corona. Foto: Shutterstock

Pria yang berprofesi sebagai seniman ini juga menganggap bahwa COVID-19 sudah tidak ada lagi di Surabaya. Dengan hal itu, ia pun menantang pemerintah dengan menyebut akan datang ke rumah sakit dan menyedot atau menghirup mulut pasien corona.

Tak main-main, pria yang memakai baju abu-abu itu akan mempertanggungjawabkan perkataannya tersebut. Dengan maksud, jika ia melakukan hal itu dan tidak meninggal, maka COVID-19 adalah kebohongan alias tidak ada.

“Saya Taufik Hidayat atau Taufik Monyong bertanggung jawab kalau memang masih ada yang terpapar 200, 2000 saya bertanggung jawab akan mencoba apakah orang tersebut terkena COVID-19 atau tidak, saya akan datang ke rumah sakit kalau diperintah oleh pemerintah. Saya sedot COVID-nya, kalau saya tidak mati, berarti sudah tidak ada corona,” ucapnya lagi.

Bukan hanya itu saja, seniman asal Surabaya ini juga menantang pemerintah bahwa COVID-19 sudah tidak ada lagi terutama di Ibu Kota Provinsi Jawa Timur tersebut.

Pasalnya, selama wabah ini melanda Indonesia, ia menganggap warga sangat berlebihan dalam menyikapi wabah tersebut. Sontak, sejak video itu diunggah di media sosial, perkataan kontroversial dari seniman Surabaya itu mendadak ramai dibahas di dunia maya. Bahkan, banyak warganet yang memberikan berbagai respons terkait video tersebut.

“Saya setuju sekali sama bapak ini 100 persen saya setuju. Benar yang dikatakan ini,” tulis Adhi Adhi.

“Harus yakin COVID-19 sudah berlalu,” lanjut MarthiNaa RheNa.

“COVID-19 memang ada tapi terlalu dibesar-besarkan karena sebuah bisnis,” timpal Ardhee Firdausi Saputra. (fre)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here